Minggu, 16 Maret 2014

ETIKA DALAM PENULISAN BLOG



Etika adalah suatu keharusan dari tiap-tiap manusia untuk memahami suatu aspek atau aturan yang ada pada setiap tempat. Etika atau sopan santun diharuskan dimiliki oleh setiap individu makhluk sosial atau manusia. Bila pengetahuan etika tidak dimiliki oleh setiap insan maka, akan berpengaruh buruk pada moral nantinya. Etika bukan saja harus di pelajari pada kenyataan atau dunia nyata, melainkan pada dunia maya atau internet etika pun harus ada dan perlu diterapkan. Etika menulis di internet adalah suatu ke sopanan menulis yang meliputi ketentuan-ketentuan tertentu yang mengharuskan si penulis memenuhi syarat-syarat tertentu dalam menulis di internet. Kita tidak bisa seenaknya saja dalam melakukan penulisan, jika kita masih mencari sumber tulisan kita melalui media internet. Tentunya kita wajib mencantumkan sumber dari mana kita dapatkan teori untuk tulisan yang kita buat. Untuk menghindari hal-hal yang di katakan plagiarisme dalam suatu hasil karya tulisan ataupun karya-karya yang lainnya.

Etika dalam menulis di dunia maya tergolong pada 3 bagian menurut Prof. DR. Nina W. Syam, M.S , diantaranya adalah :

1. Etika Deskriptif
Cara melukiskan tingkah laku moral dalam arti luas. Ia bersifat netral dan hanya memaparkan moralitas yang terdapat pada individu, kebudayaan, atau subkultur tertentu.

2. Etika Normatif
Mendasarkan pada norma, mempersoalkan apakah norma bisa diterima seseorang/masyarakat secara kritis, menyangkut apakah sesuatu itu benar/tidak. Terbagi 2, yaitu Umum dan Khusus.

Umum: menekankan pada tema-tema umum seperti mengapa norma mengikat? Bagaimana hubungannya antara tanggung jawab dan kebebasan? Dll.

Khusus: upaya untuk menerapkan prinsip-prinsip etika umum ke dalam perilaku manusia.

3. Metaetika
Menganalisis logika perbuatan dalam kaitannya dengan ‘baik’ atau ‘buruk’.

Tata cara untuk menulis di dunia maya, meliputi banyak hal yang harus diperhitungkan agar etika dalam menulis yang dimaksud dapat terpenuhi. Adapun tata cara tersebut meliputi :

Pencantuman Sumber Tulisan

Sebagai penulis, kita sudah seharusnya menghargai hasil karya dari penulis lainya. Apabila kita menulis berdasarkan referensi yang didapat pada artikel penulis lain, maka sudah seharusnya kita mencantumkan sumber secara tranparan.
Pencantuman sumber tulisan ini juga berlaku pada social media berupa text maupun gambar baik di twitter, facebook, instagram, path dan lainnya.

Tidak Melanggar Hak Cipta

Hal terpenting yang harus diperhatikan dan digaris-bawahi adalah banyak blog yang melanggar Hak Cipta dimana banyak blog yang menyertakan link ke suatu file berupa lagu, buku elektronik (eBook), software, film atau hasil karya lain yang sebenarnya memiliki atau terlindungi oleh Hak Cipta si pemilik.

Di akui bahwa memang ada banyak perdebatan mengenai Hak Cipta dalam dunia internet. Akan tetapi sebagai penulis, ada baiknya tidak melanggar Hak Cipta. Kalau pun kita ingin membagikan hal yang bermanfaat, cukup tuliskan bahwa file ini memiliki Hak Cipta yang disertai sumber file (kembali pada Pencantuman Sumber Tulisan).

Tidak Mengandung Unsur SARA

Permasalahan SARA memang sangat rentang dan dapat menimbulkan pertentangan yang akan berakibat buruk. Apalagi jika hal SARA ditulis dalam media online yang bersifat mudah menyebar.
Pemahaman orang-orang tentang hal ini tentu saja berbeda-beda berdasarkan latar belakang orang yang membacanya.

Keaneka-ragaman akan pemikiran tersebut akan dapat menyulut permasalahan SARA yang ditulis dalam suatu blog menjadi masalah yang serius dan susah terkendalikan.
Karena itu, jika Anda ingin menulis hal yang mengandung SARA, ada baiknya ditambahkan dengan kata-kata “Menurut saya” yang dimana pembaca akan beranggapan bahwa hal ini adalah sebagai opini, bukan penuduhan ataupun pencemaran.

Tidak Berbau Pornografi

Jika ingin mendapatkan ranking tertinggi dan visitor terbanyak, artikel atau konten yang berbau pornografi adalah hal yang dapat mendongkrak visitor blog Anda. Karena itu, banyak konten blog yang berlomba-lomba mencari berita ataupun kejadian yang mengandung pornografi.

Ada suatu hal yang perlu diingat sebagai penulis blog. Bahwa blog kita dapat diakses oleh siapapun tidak terkecuali oleh anak dibawah umur. Memang benar bahwa penyedia layanan hosting blog seperti WordPress.com pun telah merilis aturan bahwa telah melarang adanya unsur pornografi dan akan memberi sanksi kepada penulis yang melanggar, berupa akun blog di suspend secara sepihak.

Search engine khususnya Google dimana merupakan search engine terbesar di dunia, bahkan menyatakan bahwa mereka lebih menyukai artikel ataupun konten yang segar (fresh content) dibandingkan dengan konten yang di copy paste tanpa editing.


Referensi :